pada jaman modern sepertui sekarang ini , banyak sekali trobosan alat yg digunakan untuk mengukur atau menghitung sesuatu. berikut ini adalah rangkaian menggunakan Seven Segment sebagai penampil hasil
counternya. Namun Proses Counter dilakukan secara otomatis menggunakan
Rangkaian Astable dari IC NE555. disini saya akan mengembangkan rangkaian stopwatch digital untuk perhitungan otomatis.
alat ini bisa digunakan untuk menghitung waktu yg ditempuh seorang atlet renang pada jarak yg sudah ditentukan.
alat yg dibutuhkan pada rangkaian stopwatch ini adalah :
1. protoboard / pcb
2. 7 segment catoda
3. IC NE555
4. Resistor 10K ohm dan 33K ohm
5. Kapasitor /kondensor dengan nilai 100uF
6. Push Buttom
7. IC Decoder 4026B
8. Baterai 9 Volt
Rangkaian Astable IC NE555 digunakan karena dapat menghasilkan
Pulsa/Sinyal yang stabil secara continue. Besarnya Delay yang dihasilkan
dapat diatur menggunakan kapasitor 100uF..
jika kapasitor semakin kecil nilainya maka angka yg dikeluarkan 7 segment juga cepat, begitu pula sebaliknya jika kapasitornya nilainya besar.
alat ini sangat efektif untuk kejadian krusial seperti diatas. yaitu pada olympiade beijing 2008 saat michael phelps dan milorad cavic yg jika dilihat dengan kasat mata manusia akan sama perhitunganya.
waktu yg dicatat stopwatch hanya beda 00,01 second.
Inti dari sebuah robot adalah otak, demikian juga pada robot-robot
KRI dan robot KRCI ini. Pada bagian ini semua input baik dari sensor
atau remote akan diolah dan diambil keputusan berdasar data-data yang
diperoleh. Untuk itu dibutuhkan sebuah mikrokontroler yang akan
mengambil data-data sensor dari inputnya dan memberikan keputusan berupa
tindakan melalui bagian output.
CPU Robot
Modul ini pada kondisi standard berbasis mikrokontroler AT89S51,
namun pengguna dapat meminta opsi mikrokontroler lain seperti AT89S52,
ATMega8515. Pada modul ini terdapat port-port yang dapat dihubungkan ke
sensor ultrasonik, uart, infrared line sensor dan lain-lain. Port UART
dapat dihubungkan ke Modul DST-Navi sehingga apabila Robo CPU
digunakan untuk aplikasi Robot KRCI, modul ini dapat mengakses 8 sensor
ultrasonik, 8 sensor infrared dan satu unit kompas sekaligus.
DC MOTOR
DC Motor adalah bagian penunjang mekanik yang paling penting pada
sebuah robot terutama pada salah satu kategori dari Robot KRCI yaitu
kategori beroda. Untuk menggerakkan DC motor dibutuhkan rangkaian DC
Driver yaitu merupakan sebuah rangkaian H-Bridge yang berfungsi untuk
mengendalikan dua buah motor DC.
DC Driver
Modul Delta Robo Driver ini memiliki dual H-Bridge sehingga dapat
mengendalikan dua motor DC dengan kemampuan arus maksimum 3A. Untuk
penggunaan 4 wheel drive, pengguna dapat menggunakan 4 motor DC dengan
konfigurasi 2 motor di kanan dan 2 motor di kiri di mana masing-masing
sisi baik kanan maupun kiri terdiri dari dua motor DC yang saling
terhubung parallel ke satu output driver.
Modul Delta Robo Driver juga memiliki konfigurasi input yang sesuai
untuk Delta Robo CPU sehingga modul tersebut dapat langsung dihubungkan
ke bagian atas melalui konektor
Delta Robo CPU + Delta Robo DC Driver
DST-128 Sistem Mikrokontroler ATMega128
Sistem minimum ini dirancang berbasis mikrokontroler ATMega128 sehingga sistem ini memiliki:
128 Kb Flash PEROM untuk menyimpan program
4Kb EPROM untuk menyimpan data-data dari aplikasi robot, contohnya
pada KRCI untuk menyimpan data perjalanan robot agar dapat kembali ke
tujuan.
4Kb SRAM untuk menyimpan variabel program.
8 Channel 10 bit ADC, pada aplikasi KRCI input ini dapat dihubungkan
pada keluaran analog sensor jarak inframerah GP2D12, kecuali bila
menggunakan DST-Navi yang dapat mengintegrasikan 8 GP2D12 ke dalam port
UART
2 buah 8 bit PWM yang dapat digunakan untuk mengendalikan motor DC
Programmable watchdog dan on chip oscillator yang mengantisipasi sistem dari kondisi “hang”
53 bit I/O untuk keperluan umum
Sistem Minimum ATMega128 DST-128
USB Downloader DU-ISP
Untuk mengisikan program ke dalam mikrokontroler, dibutuhkan unit
yang disebut downloader. Berdasarkan koneksi dengan PC/laptop, terdapat
beberapa jenis downloader yaitu downloader paralel yang biasa disebut
Kabel ISP, downloader serial dan downloader USB. Dibanding jenis yang
lain, downloader usb adalah downloader yang paling fleksibel mengingat
PC dan laptop saat ini tidak memiliki port serial dan parallel lagi.
AVR & MCS51 USB Downloader DU ISP
DU ISP adalah USB Downloader yang memiliki kemampuan sebagai
downloader bagi hampir semua mikrokontroler Atmel yang memiliki
kemampuan ISP (In System Programming) seperti MCS-51 dan AVR. DU ISP
juga memiliki ukuran sangat ringkas dan kompak sehingga mudah untuk
disisipkan dalam suatu sistem.
Terdapat dua versi DU ISP yaitu V3 yang memiliki kecepatan tinggi
dengan koneksi real USB (kecepatan setara STK-500 dari Atmel) namun
versi ini hanya dapat bekerja di Win XP. Dan V4 yang dapat bekerja di
Win Vista dan 7, namun memiliki kecepatan lebih rendah karena koneksi
USBnya diemulasi ke dalam serial (COM)
Delta Robo Kits (Board Only)
Untuk membangun sistem elektronik robot yang kompak dan ringkas maka
USB Downloader, Sistem Mikrokontroler dan DC Driver yang terdiri dari
dua H-Bridge dapat digabung dalam satu sistem yaitu Delta Robo Kits
(Board Only).
Delta Robo Kits
AN0177 Sensor-sensor untuk keperluan Robot KRCI
Pada KRCI, penggunaan sensor-sensor yang akurat adalah salah
satu faktor penentu kemenangan dalam pertandingan. Berikut ini akan
kami bahas mengenai sensor-sensor yang dapat digunakan pada KRCI. Pada
kontes ini robot akan bergerak menjelajah ruangan untuk mencari titik
api. Agar robot dapat bergerak menjelajah ruangan maka dibutuhkan
sensor jarak yang memberikan informasi pada robot akan jarak terhadap
dinding-dinding.
Pada kondisi awal robot biasanya diletakkan pada kondisi yag tidak
menentu pada posisi awal (home) oleh karena itu terlebih dahulu robot
akan menyesuaikan arahnya terhadap salah satu dinding dengan mendeteksi
saat sensor jarak robot terhadap dinding. Caranya dengan memutar
robot hingga salah satu sisi sensor (dalam gambar di atas adalah sensor
kanan) berhasil menemukan dinding dalam jarak tertentu. Kemudian robot
akan tetap berputar hingga sensor mendeteksi jarak yang semakin
mendekat. Pada saat jarak sensor semakin menjauh maka robot dinyatakan
telah sejajar dengan dinding dan selanjutnya robot dapat bergerak
menjelajah ruangan dengan selalu memeriksa kondisi jarak dari sisi
kanan, kiri, depan, serong kiri dan serong kanan. Dengan 5 buah sensor
tersebut sebetulnya sudah cukup untuk menjelajah ruangan namun akan
lebih baik lagi bila digunakan 8 buah sensor yang menempati 8 arah mata
angin seperti pada gambar berikut
D-SONAR
Merupakan sensor ultrasonik produksi Delta Electronic yang didisain
dengan harga yang jauh lebih terjangkau. Sensor ini dapat diakses
dengan trigger dan echo seperti pada SRF04 dan juga melalui UART.
Dengan melalui UART, informasi jarak tidak hanya berupa lebar pulsa
namun juga dapat diminta dalam bentuk jarak.
Sensor Ultrasonic D-Sonar
SENSOR JARAK INFRA MERAH
Sensor jarak ultrasonik memang dapat mengatasi tipuan-tipuan dalam
bentuk cermin, namun sensor ini memiliki kelemahan apabila obyek yang
dideteksi berupa dinding yang bergelombang di mana sinyal sonar akan
dipantulkan ke arah lain sehingga jarak tidak terdeteksi. Untuk
mengatasi hal ini, sensor inframerah sebagai pendukung sistem
pengukuran jarak adalah alternatif yang baik. Berbeda dengan sensor
ultrasonik, sensor inframerah tidak menghitung waktu pancaran sinar
melainkan menghitung di bagian mana sinar inframerah yang dikembalikan
diterima oleh rangkaian phototransistor. Semakin jauh jarak maka semakin
ke kanan sinar inframerah yang diterima pada rangkaian phototransistor
dan semakin kecil tegangan outputnya. Hasil output ini akan diterima
oleh adc terlebih dahulu sebelum diambil oleh mikrokontroler.
Sharp GP2D12
DEVANTECH CMPS10
Merupakan versi update dari CMPS03 yang juga dilengkapi dengan sensor
akselerasi dan sensor kemiringan. Pada KRCI terdapat salah satu tingkat
kesulitan berupa uneven floor. Pada bagian ini robot akan mengalami
gangguan navigasi sejenak karena bisa saja sensor jarak mengarah ke
atas dan tidak mendeteksi dinding. Agar robot dapat mengetahui kapan
terjadinya uneven floor, maka hal ini dapat dideteksi dengan fitur tilt
(kemiringan) sensor pada CMPS10.
Devantech CMPS10 Digital Compass
DST Navi
Merupakan sistem navigasi robot Produksi Delta Electronic di mana
sistem ini dapat dihubungkan pada 8 buah SRF05, 8 buah GP2D12 dan sebuah
Devantech Compass (CMPS03 atau CMPS10)
Modul DST-Navi terhubung dengan 8 SRF05, 8 GP2Y0A21, 1 CMPS10, Modul DST-AVR dan LCD
Pada sistem ini pengguna tidak harus menentukan kapan menggunakan
sensor inframerah dan kapan sensor ultrasonik saat mengukur jarak.
Terdapat perintah melalui UART yang meminta sistem untuk mengukur jarah
di salah satu arah mata angin. Pada saat perintah ini diproses maka
sistem akan melakukan dua metode pengukuran dan setelah menentukan
hasil yang valid maka sistem akan mengirimkan informasi jarak ke UART.
Hal ini akan membuat source code / program yang dibuat oleh pengguna
semakin simpel.
Selain informasi jarak, DST-Navi juga dapat mendeteksi posisi robot
terhadap arah mata angin ataupun kemiringan dengan bantuan Devantech
Compass. Salah satu aturan KRCI adalah robot kembali ke posisi awal,
untuk kasus ini DST Navi juga dapat menyimpan catatan perjalanan robot
berupa arah dan kemiringan setiap periode tertentu ke dalam memori
sehingga melalui port UART catatan tersebut dapat diminta.
Sensor Api
Terdapat dua jenis sensor api yang sering digunakan yaitu Hamamatsu
UVTRON yang mendeteksi titik api dengan mencari sinar ultraviolet dan
TPA81 yang menggunakan inframerah.
Hamamatsu UVTRON R9454
Merupakan sensor api produksi Hamamatsu dan penyempurnaan dari versi
sebelumnya R2868. Sensor ini memiliki ketahanan 10x lebih besar dari
R2868 yaitu ( 10.000 m/s2 ). Sensor UVTRON dapat mendeteksi titik api
dari jarak 5 meter. Sensor ini membutuhkan tegangan DC yang cukup
besar, yaitu 400 VDC. Untuk mempermudah pengguna dalam memakai sensor
ini maka tersedia rangkaian driver C10423 yang menjadi antarmuka UVTRON
dengan mikrokontroler. C10423 akan membangkitkan tegangan 400 Volt DC
dan membangkitkan pulsa level TTL sehingga dapat dihubungkan langsung
ke mikrokontroler
UVTRON Sensor R2868 atau R9454
TPA81 Thermopile Array
Tidak sejauh UVTRON yang mampu mendeteksi api pada jarak 5 meter,
sensor ini hanya mendeteksi api pada jarak 2 meter. Namun UVTRON
memiliki sudut yang cukup luas dalam mendeteksi titik api sehingga
posisi api masih belum dapat dipastikan. Sedangkan Thermophile Array
akan mendeteksi posisi titik api berdasarkan pixel-pixel yang mendeteksi
cahaya inframerah dari api.
TPA81 Thermophile Array
Berikut dapat dilihat video sebuah robot pemadam api beroda dibawah ini
Keterbatasan ketelitian dan kejelian seorang wasit
dalam perlombaan dapat menyebabkan terjadinya kesalahan penilaian.
Umumnya perlombaan menggunakan stopwatch
sebagai pengukur waktu. Penelitian ini dilatar belakangi oleh ketidak efisienan
dan ketidak efektifan penggunaan sistem pewaktuan dalam perlombaan. Dalam
penelitian ini dimanfaatkan beberapa saklar tekan pada ujung-ujung lintasan
renang, pemanfaatan IC penyimpan suara ISD1420, mikrokontroler terprogram
sebagai pengendali waktu utama, dan LCD sebagai tampilan. Prototipe kolam
renang yang dibuat terdiri atas empat lintasan. Perancangan perangkat lunak
ditekankan pada pemanfaatan timer
mikrokontroler. Meskipun hanya digunakan sebuah timer namun pemanfaatannya dilakukan pada empat lintasan sekaligus dengan
menggunakan teknik buffering nilai timer pada suatu data array. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa fasilitas
timer dalam mikrokontroler dapat dimanfaatkan untuk pewaktuan paralel empat
lintasan, semua perenang dalam keempat lintasan dapat dicatat waktunya.
Demikian juga suara peringatan yang terekam pada ISD dapat diputar tepat waktu.
selanjutnya IC ISD, Chip ini digunakan untuk menyimpan data suara. ISD
kependekan dari Information Storage
Devices. Konfigurasi pin IC ISD1420 ditunjukkan dalam gambar 1.
Gambar 1. Konfigurasi pin IC ISD1420
ISD1420 berdurasi minimum 20 detik. Di dalamnya
terdapat memori sebesar 128 KB untuk menyimpan data suara. Sebelum merekam
suara perlu dilakukan pemilihan alamat. Lama perekaman akan menentukan
banyaknya alamat yang dipakai oleh IC ISD1420. Semakin lama merekam, alamat
yang dipakai akan makin banyak (konsep memory).
Jika IC ISD1420 digunakan untuk merekam beberapa kata dalam durasi beberapa detik, lamanya perekaman
tidak boleh melebihi durasi waktu yang telah dirancang atau masuk pada alamat
perekam berikutnya, karena suara yang telah direkam dapat tertumpuk dan
terpotong dengan data suara berikutnya.
gambar diatas merupakan skema rangkaian timer otomatis menggunakan mikrokontroller.
Pemrograman terdiri atas beberapa sub
rutin yang disediakan, yakni: sub rutin delay; sub rutin pemutar suara: “siap-siap”,
“mulai”, “terjadi kecurangan”, dan “ finish”;
sub rutin LCD; sub rutin timer; dan
sub rutin konversi.
Sub rutin pemutar suara isinya bertujuan
untuk mengendalikan A4 dan A9 IC ISD1420. Contoh program untuk mengeluarkan
suara “siap-siap”
void siap_siap ( )
{
D9 = 0;D4 = 0;
play=0; tunda (10) ; play=1;
}
Sedangkan sub rutin timer digunakan untuk inisialisasi timer dan interrupt timer
overflow. Timer yang digunakan adalah timer
0, mode 1, hitungan 10000 detak maju.
void init_timer()
{
TMOD=0b00000001;
TCON=0; TH0=0xEC;TL0=0x78; //(-5000) ET0=1;
EA=1;
}
Setiap dua kali overflow,
timer 0 interrupt akan diaktifkan melalui interrupt service routine berikut:
void tim0_int(void) interrupt 1 using 3
{
TR0=0;
hitungan++;
if (hitungan ==2)
{
hitung++;
hitungan=0;
}
TF0=0;
TH0=0xEC;TL0=0x78; //(-5000) TR0=1;
}
Dari kedua sub rutin tersebut dihasilkan 10000
detak yang setara dengan 10000µ detik atau sama dengan 1/100 detik. Penelitian
ini menggunakan crystal 12MHz.
Sehingga waktu terkecil yang bisa terdeteksi adalah
1/100 detik, sama seperti nilai timer
stopwatch pada umumnya.
Sub rutin berikutnya adalah konversi, yang akan
merubah nilai di atas menjadi satuan detik, menit, dan jam. Adapun isi sub
rutin konversi adalah
Metode buffering
digunakan untuk menyimpan nilai timer ke
data array setiap kali switch finish
tertekan.Berikut proses buffering nilai timer ke data array untuk perenang di lintasan 1 saat mencapai finish:
Pengujian dilakukan per bagian dan
pengujian secara keseluruhan. Adapun pengujian yang dilakukan per bagian
meliputi pengujian minimum sistem AT89S51, pengujian LCD, pengujian IC ISD1420,
dan pengujian respon kontroler terhadap masukan switch.
Secara keseluruhan hasil pengujian sistem
dibandingkan dengan stopwatch Seiko
ditampilkan pada tabel 3.
Detak yang diberikan timer pada mikrokontroler dapat dimanfaatkan untuk pewaktuan (real time) dengan pendeteksian timer overflow dan besarnya crystal yang
terpasang pada minimum sistem. Pada alat ini, perekaman dan pemutaran ulang
suara pada ISD1420 memerlukan pengalamatan yang tepat untuk menentukan waktu
rekam. Penelitian dapat dikembangkan untuk perlombaan renang umum, dengan
menyediakan pilihan kategori lebih lengkap pada alat yang dibuat. Demikian juga
peletakan switch disesuaikan dengan
gaya renang yang dipakai.